Pada awal Mei 2026, salah satu dealer Deepal di Bangkok juga mengakhiri kerja sama dengan Changan Thailand. Kondisi serupa terjadi pada sejumlah pusat layanan GAC AION di Bangkok yang tutup atau beralih menjual merek lain pada awal 2026.
Di tengah persoalan tersebut, pemerintah Thailand kembali mendorong pembahasan RUU tentang Tanggung Jawab Barang Cacat Produksi yang sebelumnya tertunda selama lebih dari satu dekade.
Prosesnya dipercepat setelah kabinet memutuskan mengajukan kembali RUU tersebut ke parlemen pada 12 Mei 2026. Draft resmi kemudian ditetapkan pada 16 Juni, disetujui secara prinsip oleh DPR pada 24 Juni, dan komite peninjau mulai menggelar rapat perdana pada 1 Juli dengan Supachai Jaisamut sebagai ketua.
Dalam rancangan aturan terbaru, beban pembuktian terkait kerusakan barang akan dialihkan dari konsumen kepada pihak penjual.
Untuk barang secara umum, kerusakan dalam enam bulan pertama akan dianggap sebagai cacat sejak awal produksi. Khusus kendaraan, periode tersebut diperpanjang menjadi satu tahun atau hingga kendaraan menempuh 10.000 kilometer.
RUU itu juga mengatur kewajiban penjual menyelesaikan perbaikan maksimal dalam 90 hari.
Bagi konsumen yang membeli kendaraan melalui kredit, rancangan tersebut memberikan hak untuk menunda pembayaran cicilan selama kendaraan berada dalam masa perbaikan atau proses penggantian unit.









