Porostimur.com | Ambon: Setelah berhasil masuk zona kuning, Kota Ambon kembali ditetapkan masuk zona orange (sedang) penyebaran Covid-19 dengan angka skoring zona 2.4 tertanggal 23 Mei 2021.
Dengan kembalinya Kota Ambon ke zona orange, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon meminta Pemerintah Kota dalam hal ini Dinas pendidikan untuk mengevaluasi kembali rencana sekolah tatap muka yang akan dilaksanakan pada bulan Juli mendatang. Dirinya mengkhawatirkan jangan sampai rencana sekolah tatap muka ini akan menimbulkan klaster baru di Kota Ambon.
“Setahu saya, saat ini belum ada di daerah manapun yang melakukan proses belajar mengajar tatap muka, tetapi sudah pernah ada yang mencoba dan oleh sebab itu, kalau mengacu pada zona harus dipertimbangkan lagi dan intinya kita harus menjaga agar jangan sampai nanti sekolah tatap muka ini menjadi salah satu timbulnya klaster baru”, ujar Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Harry Far-Far kepada Porostimur.com di Ruang Rapat DPRD Kota Ambon, Rabu (2/6/2021).
Menurutnya, tingkat penyerapan siswa untuk belajar daring ini sangat rendah, sehingga Dinas Pendidikan harus siapkan opsi dan metode yang berbeda untuk sistem daring ini, karena menurutnya ketika siswa-siswa belajar dengan sistem daring, tetapi metode yang dipakai masih sama dengan sebelumnya, maka hasilnya akan tidak maksimal.










