Kenali Soceng, Modus Begal Rekening yang Tengah Marak Saat ini

oleh -92 views
Pertumbuhan Kredit Perbankan. Nasabah melakukan transaksi menggunakan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Jakarta. Gubernur BI Perry Warjiyo memproyeksikan, pertumbuhan kredit perbankan di tahun 2022 masih di kisaran 6% hingga 8%. Sedangkan himpunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan diperkirakan naik 7% hingga 9% pada tahun ini. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Berikut ciri-ciri modus yang kerap digunakan pelaku begal rekening atau soceng yang sering terjadi di masyarakat:

Info Perubahan Tarif
Penipu akan menghubungi korban soal info perubahan tarif transfer. Setelah korban menolak perubahan tarif transaksi baru pelaku akan mengirimkan link untuk mengisi data pribadi seperti PIN, OTP, dan password.

Tawaran Menjadi Nasabah Prioritas
Penipu menawarkan jasa upgrade menjadi nasabah prioritas melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, atau Whatsapp. Nasabah tertarik terhadap tawaran tersebut lantaran promosi yang cukup menggiurkan berupa rendahnya ketentuan minimal tabungan yang harus dimiliki nasabah bank reguler untuk meningkatkan tabungan menjadi Prioritas maupun Solitaire, salah satunya hanya Rp 10 juta.

Baca Juga  Sail to Indonesia 2026 di Tual Tawarkan Wisata Bahari Berbasis Konservasi dan Kearifan Lokal Kei

Akun Medsos Customer Service Palsu
Akun-akun palsu itu muncul ketika ada nasabah yang menyampaikan keluhan terkait layanan perbankan. Pelaku akan menawarkan bantuan untuk menyelesaikan keluhannya, sehingga diarahkan ke website palsu pelaku.

Tawaran Menjadi Agen Laku Pandai
Saat ini juga terdapat akun di sosial media yang menawarkan menjadi agen laku pandai bank tanpa persyaratan rumit. Pelaku akan meminta korban mentransfer sejumlah uang untuk mendapatkan mesin EDC.