Dinukil dari buku Ternyata Kita Tak Pantas Masuk Surga karya H. Ahmad Zacky El-Syafa, dalam perspektif ilmu pengetahuan modern, sebagaimana dijelaskan oleh Dr. Jamal Elzaky, tawaf merupakan simbol perputaran alam semesta dari hal yang paling sederhana hingga paling kompleks.
Dikatakan, segala sesuatu bermula dari kiri ke kanan. Elektron-elektron di dalam atom mengelilingi nukleus dengan arah yang berlawanan dari jarum jam. Di dalam tubuh, sitoplasma mengelilingi nukleus suatu sel berlawanan dengan arah jarum jam. Darah memulai gerakannya dari kiri ke kanan berlawanan dengan arah jarum jam. Di dalam kandungan, sel telur berkeliling berlawanan dengan arah jarum jam.
Perputaran bumi pada porosnya dan di sekeliling matahari mengikuti arah yang berlawanan dengan arah jarum jam. Begitu pula dengan perputaran matahari pada porosnya. Matahari dengan semua sistemnya mengelilingi suatu titik tertentu dalam galaksi berlawanan dengan arah jarum jam. Galaksi berputar mengitari pusat kumpulan galaksi, dan kumpulan-kumpulan galaksi berputar mengitari pusat semesta yang hanya diketahui oleh Allah, segala sesuatu di cakrawala ini bertasbih dari arah kiri ke kanan.
Kenapa Tawaf Dilakukan Sebanyak 7 Putaran?
Dijelaskan dalam buku Rahasia Dahsyat Energi Sapu Jagat karya Muhammad Ghofur Khalil, tawaf dilakukan sebanyak 7 putaran karena mengikuti tuntunan (sunnah) Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut:










