KERBAU MOA TAK BOLEH PUNAH, “Catatan Perjalanan Ke Maluku Barat Daya”

oleh -9 Dilihat

Selain itu hal yang kami temui adalah soal jual beli hewan yang dijual dengan harga murah. Seekor kerbau dihargai dengan harga 7 juta hingga 10 juta dengan berat 300 – 500 kg.

Peternak yang butuh uang untuk kehidupan ataupun menyekolahkan anaknya harus rela melepaskan ternaknya dengan harga murah.

Belum ada koorporasi ataupun BUMD khusus yang mengatur tentang tata kelola dan pemasaran ternak komoditi unggul Maluku ini. Masyarakat banyak mengeluhkan soal regulasi dan perijinan yang harus diselesaikan.

Perhatian pemerintah, baik pusat, provinsi dan kabupaten harus lebih serius lagi mengelola dan menjaga kerbau Moa agar tidak punah.

Bagi saya, salah satu upaya yang harus didorong ke pemerintah pusat adalah menetapkan MBD sebagai wilayah bibit kerbau Moa. Dan oleh karena itu harus dibangun UPT pembibitan wilayah Indonesia Timur.

Baca Juga  Wakil Wali Kota Tual Dorong Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Haji

Dengan begitu kita bisa menjaga kerbau Moa dikembangkan. Tidak mengambil bibit dari India dan Brazil ataupun Afrika. Jika ada dalam negeri yang menjadi kebanggaan mengapa harus impor??? (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.