Ketika Bahasa Presiden Kehilangan Keanggunannya

oleh -30 views
Ansori

Eric Berne melalui Transactional Analysis menjelaskan bahwa komunikasi manusia berlangsung melalui tiga ego state: Parent, Adult, dan Child. Adult berbicara dengan data, logika, dan penyelesaian masalah. Parent cenderung mengoreksi, menghakimi, atau memberi perintah. Child lebih spontan, emosional, ekspresif, bahkan kadang menggunakan humor atau ejekan.

Tidak ada satu pun ego state yang selalu buruk. Setiap orang dapat berpindah di antara ketiganya sesuai konteks. Namun dalam komunikasi kenegaraan, publik umumnya berharap dominasi Adult, yaitu komunikasi yang mengutamakan argumentasi, ketenangan, dan penghormatan terhadap perbedaan. Ketika kritik lebih sering dibalas dengan ejekan atau pelabelan daripada penjelasan berbasis data, kualitas dialog publik dapat mengalami penurunan.

Baca Juga  Anos Yeremias: Groundbreaking Blok Masela Harus Bermuara pada Kesejahteraan Rakyat Maluku

George Lakoff mengingatkan bahwa politik pada hakikatnya adalah pertarungan frame. Kata-kata tidak sekadar menggambarkan realitas, tetapi juga membentuk cara publik memahami realitas tersebut. Sebutan seperti “antek asing” bukan hanya sebuah istilah; ia menciptakan bingkai bahwa seseorang berada di luar kepentingan bangsa. Dalam situasi seperti itu, perhatian publik dapat bergeser dari menguji argumentasi menuju memperdebatkan identitas.

No More Posts Available.

No more pages to load.