Rasulullah memiliki seorang pengawal yang setia dari ras kulit hitam. Nama sahabat Rasulullah SAW yang satu ini sangat terkenang, bahkan namanya diabadikan sebagai salah satu “profesi” dalam salat Jumat. Sahabat tersebut adalah Bilal bin Rabbah.
Mengutip buku The Great Sahabat karya Rizem Aizid menyebut Bilal bin Rabbah sebagai seorang budak kulit hitam dari Habsyah (Ethiopia). Nama lengkapnya Abu Abdullah bin Rabah al-Habsyi. Ia dilahirkan di daerah As-Sarah. Ayahnya bernama Rabah dan ibunya Hamamah. Ibunya merupakan seorang budak wanita berkulit hitam yang tinggal di Makkah.
Kehidupan Bilal seperti kehidupan semua budak, tidak memiliki urusan kecuali mengabdi dan melaksanakan pekerjaan sebagaimana layaknya budak. Bilal dan ibunya bekerja untuk Umaiyah bin Khalaf, seorang pemuka Bani Jum’ah.
Bilal bin Rabbah Masuk Islam
Sebenarnya, ketertarikan Bilal bin Rabah RA pada Islam muncul sejak pertama kali ia mendengar berita tentang Nabi Muhammad SAW. Konon, Bilal bin Rabah tanpa sengaja mendengar majikannya berbicara dengan seseorang tentang Nabi Muhammad SAW yang mengajarkan agama baru.
Nah, setelah mendengar percakapan majikannya itu, Bilal bin Rabah pun sangat ingin bertemu dengan Rasulullah SAW dan mendengarkan ajaran yang dibawa beliau. Dan, keinginan Bilal untuk bertemu dengan Muhammad SAW itu terkabul berkat bantuan Abu Bakar ash-Shiddiq RA yang sudah lebih dulu masuk Islam. Lewat Abu Bakar, Bilal bin Rabah pun bisa mengenal Rasulullah dan berbaiat kepada Rasulullah.









