Ketika Rasulullah SAW Memilih Bilal bin Rabbah sebagai Muazin Pertama

oleh -579 views
Bilal bin Rabah adzan di reruntuhan berhala. Kedua telapaknya menginjak bagian-bagian berhala yang telah hancur berserakan. (Foto/Ilusttrasi: Ist)

Akan tetapi, karena kata-kata itu berhubungan dengan kehormatan laki-laki yang kini telah menjadi saudaranya itu, Abu Bakar membalas kata-kata Umayah, “Demi Allah, andai kalian tidak mau menerima selain seratus keping emas, aku pasti membayarnya!” Abu Bakar lalu membawa saudaranya itu menghadap Rasulullah seraya menyampaikan kabar gembira tentang kemerdekaan Bilal. Saat itu bagaikan hari raya yang agung.

Rasulullah SAW Menjadikan Bilal bin Rabah Muazin

Dalam Biografi 60 Sahabat Rasulullah SAW yang ditulis Khalid Muhammad Khalid, sesudah Rasulullah dan kaum Muslimin hijrah ke Madinah dan menetap di sana, beliau mensyariatkan azan sebelum salat. Dalam kondisi demikian, siapakah yang pantas menjadi muazin untuk menunaikan salat lima kali setiap hari yang kalimat-kalimat takbir dan tahlilnya menggema di cakrawala? Orang itu adalah Bilal yang sejak tiga belas tahun lalu telah berteriak, “Allah Ahad… Ahad…,” meskipun siksa senantiasa menimpa dan menyiksa tubuhnya.

Baca Juga  Kejati Maluku Pastikan Dugaan Kasus UP3 KKT Masih Diselidiki, Minta Publik Percayakan Proses Hukum

Kini Rasulullah memilihnya untuk menjadi muazin Islam yang pertama. Dengan suaranya yang merdu dan indah, Bilal mampu memenuhi hati dengan keimanan dan memenuhi telinga dengan keindahan. la menyeru:

“Allahu Akbar Allahu Akbar…
Allahu Akbar Allahu Akbar…
Asyhadu an la ilaha illa Allah…
Asyhadu an là ilaha illa Allah…
Asyhadu anna Muhammadan Rasûlullah…
Asyhadu anna Muhammadan Rasûlullah…
Hayya ‘ala ash-Shalah…
Hayya ‘ala ash-Shalah…
Hayya ‘ala al-Falah…
Hayya ‘ala al-Falah…
Allahu Akbar… Allahu Akbar…
La ilaha illa Allah.”

No More Posts Available.

No more pages to load.