Porostimur.com, Kairatu – Ketua DPD I Partai Golkar Maluku Umar Lessy mengingatkan bahwa dinamika geopolitik global saat ini berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi nasional hingga daerah.
Ia menyinggung konflik di kawasan Timur Tengah yang memicu kenaikan harga energi serta gangguan rantai pasok global.
“Konflik di berbagai kawasan telah memicu kenaikan harga energi, mengganggu rantai pasok global, dan menekan stabilitas ekonomi dunia,” ujarnya, saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) -V Partai Golkar Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) di kawasan Kairatu Beach, Rabu (25/3/2026).
Ekonomi Jadi Instrumen Geopolitik
Ia menilai ekonomi kini tidak lagi berdiri sendiri, tetapi telah menjadi alat persaingan antarnegara.
Perdagangan, investasi, hingga teknologi disebut sebagai instrumen geopolitik yang memengaruhi posisi negara berkembang, termasuk Indonesia.
“Ekonomi tidak lagi semata soal pembangunan, tetapi telah menjadi instrumen geopolitik,” jelasnya.
Indonesia Dinilai Masih Tangguh
Meski menghadapi tekanan global, ia menyebut ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan di kisaran lima persen.
Namun, ia menekankan perlunya kepemimpinan politik yang solid dan responsif terhadap situasi global.
“Fondasi kita kuat, tetapi kita membutuhkan kepemimpinan politik yang solid dan partai yang adaptif serta berpihak pada rakyat,” katanya. (Leonard Manuputty)












