فِى جِيدِهَا حَبْلٌ مِّن مَّسَدٍۭ
Arab latin: Fī jīdihā ḥablum mim masad(in).
Artinya: 5. Yang di lehernya ada tali dari sabut.
Kisah Istri Abu Lahab yang Gemar Menebar Fitnah
Dalam 40 Kisah Akhir Hidup Kezaliman Makhluk-makhluk Allah terbitan Lentera Hati Group disebutkan bahwa istri Abu Lahab, Ummu Jamil binti Harb, yang juga saudari Abu Sufyan, adalah salah satu perempuan Quraisy yang paling keras memusuhi Rasulullah SAW.
Kebenciannya begitu mendalam hingga ia rela menggali lubang dan menebar duri di jalan yang dilalui Nabi. Ia dikenal angkuh, gemar bergosip, dan suka menghasut, sehingga Al-Qur’an menggambarkannya sebagai perempuan yang membawa kayu bakar, yakni penyulut fitnah dan permusuhan.
Dalam buku Menapak Jalan Surga Para Muslimah Terdahulu karya Ririn Astutiningrum diceritakan bahwa penolakannya tampak jelas saat Nabi mengundang 45 kerabatnya untuk beriman kepada Allah. Abu Lahab dan Ummu Jamil justru menolak mentah-mentah, menuduh Nabi menentang ajaran nenek moyang, dan semakin memperlihatkan sikap bermusuhan.
Kemarahan Ummu Jamil semakin meledak setelah turunnya Surah Al-Lahab yang secara terang menyebut dirinya. Ia mendatangi Ka’bah sambil membawa segenggam batu, ingin melukai Nabi yang saat itu duduk bersama Abu Bakar ash-Shiddiq. Tetapi Allah menutup penglihatannya, sehingga ia tidak melihat Rasulullah SAW. Dengan penuh emosi ia hanya berkata kepada Abu Bakar,









