“Wahai Abu Bakar, di mana temanmu? Kudengar dia mencaci diriku. Demi Allah, kalau aku menemuinya, akan kutimpukkan batu ini ke mulutnya.”
Riwayat tentang akhir hidup Ummu Jamil pun menggambarkan betapa hina nasibnya. Dalam Al-Qur’an Terjemah dan Tafsir karya Maulana Muhammad Ali disebutkan bahwa ia mati dengan cara mengenaskan, yaitu lehernya tercekik oleh tali yang biasa dipakainya untuk mengikat semak-semak berduri. Tali itu selama hidup menjadi simbol perannya sebagai penyebar fitnah, karena ia sering membawa duri dan ranting berduri untuk menghalangi jalan Nabi.
Ironisnya, benda yang dulu dipakainya untuk menyakiti justru menjadi sebab kematiannya sendiri. Ia wafat dengan jerat di leher, sejalan dengan gambaran dalam ayat, “di lehernya ada tali dari sabut.”
sumber: detikhikmah









