Kisah Perjalanan Nabi Muhammad SAW Menurut Surat Al-Isra Ayat 1

oleh -1,013 views
Peristiwa Miraj, yaitu naiknya Nabi Muhammad dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha tidak diisyaratkan oleh ayat ini,. Ilustrasi: Ist

Allah SWT memulai firman-Nya dengan subhana dalam ayat ini, dan di beberapa ayat yang lain, sebagai pertanda bahwa ayat itu mengandung peristiwa luar biasa yang hanya dapat terlaksana karena iradah dan kekuasaan-Nya.

Dari kata asra dapat dipahami bahwa Isra Nabi Muhammad SAW terjadi di waktu malam hari, karena kata asra dalam bahasa Arab berarti perjalanan di malam hari. Penyebutan lailan, dengan bentuk isim nakirah, yang berarti “malam hari” adalah untuk menggambarkan bahwa kejadian Isra itu mengambil waktu malam yang singkat dan juga untuk menguatkan pengertian bahwa peristiwa Isra itu memang benar-benar terjadi di malam hari.

Allah SAW meng-isra-kan hamba-Nya di malam hari, karena waktu itulah yang paling utama bagi para hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan waktu yang paling baik untuk beribadah kepada-Nya.

Baca Juga  Dinilai Ideal untuk Pemilu Mendatang, Golkar Usul Parliamentary Threshold 5 Persen

Perkataan ‘abdihi (hamba-Nya) dalam ayat ini maksudnya ialah Nabi Muhammad SAW yang telah terpilih sebagai Nabi yang terakhir. Beliau telah mendapat perintah untuk melakukan perjalanan malam, sebagai penghormatan kepadanya.

Dalam ayat ini tidak diterangkan waktunya secara pasti, baik waktu keberangkatan maupun kepulangan Nabi Muhammad SAW kembali ke tempat tinggalnya di Mekkah. Hanya saja yang diterangkan bahwa Isra Nabi Muhammad SAW dimulai dari Masjidil Haram, yaitu masjid yang terkenal karena Kakbah (Baitullah) terletak di dalamnya, menuju Masjidil Aqsa yang berada di Baitul Makdis.

No More Posts Available.

No more pages to load.