Personel kepolisian yang bertugas mengamankan bandara, bersama anggota militer setempat melakukan pengamanan areal dengan membalas dengan memberikan tembakan peringatan.
Namun tembakan peringatan tersebut kembali berujung pada rentetan tembakan lainnya yang masih menjadikan kawasan bandara sebagai titik tembak.
Beberapa kali kontak senjata, kata Kombes Benny melaporkan sekitar pukul 08:20 WIT pesawat Daby Air yang bakal mendarat di Bandara Bilorai diminta untuk kembali ke Nabire lantaran keamanan. “Karena situasi yang tidak memungkinkan, pesawat Daby Air dari Nabire diminta untuk kembali ke Nabire,” begitu terang Kombes Benny.
Merespons serangan tersebut, personel gabungan Polri dan TNI menetapkan perimeter keamanan. Namun serangan kedua kembali terjadi di Pos Pasopati J2. Di lokasi tersebut kata Kombes Benny aparat keamanan juga mendapatkan serangan berupa rentetan tembakan dengan senjata api.
“Dari Kapolres Intan Jaya AKBP Afrizal Asri, kontak senjata masih terjadi. Aparat gabungan TNI dan Polri masih melakukan pengamanan maksimal di bandara, dan pengamanan maksimal di kawasan tersebut,” ujar Kombes Benny.
Kombes Benny juga menambahkan, atas serangan KKB di Bilorai ini membuat pihak keamanan menutup sementara akses menuju bandara. Otoritas bandara, pun diminta untuk tak memberikan izin landing pesawat sipil. “Penghentian aktivitas penerbangan di Bandara Bilorai dilakukan apabila situasi tidak membaik,” kata Kombes Benny menambahkan.




