Selain itu, ia menekankan pentingnya kemandirian ekonomi bagi pemuda agar tidak bergantung pada pemerintah dalam menjalankan aktivitas organisasi.
Hal ini sejalan dengan tagline KNPI di bawah kepemimpinan Ryano Panjaitan, yakni KNPI Preneur, yang mendorong lahirnya pemuda dengan jiwa kewirausahaan.
“Pemuda tidak bisa terus bergantung pada pemerintah daerah. Mereka harus memiliki kemandirian ekonomi sehingga mampu mengelola kegiatan secara mandiri,” tegasnya.
Kaderisasi Harus Lahirkan Pemimpin Berkualitas
Nuhuyanan juga menyoroti pentingnya kapasitas intelektual dalam proses kaderisasi dan regenerasi organisasi.
Menurutnya, regenerasi tidak akan bermakna jika tidak mampu melahirkan pemimpin muda yang memiliki gagasan dan inovasi dalam mendorong pembangunan daerah.
Ia menilai, Musda KNPI bukan sekadar ajang memilih ketua, tetapi menjadi ruang bagi pemuda untuk mengadu ide dan kreativitas.
“Musda ini menjadi ruang untuk mengadu ide, gagasan, dan kreativitas pemuda dalam memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah,” ujarnya.
Musda Bukan Ajang Popularitas
Lebih jauh, Nuhuyanan mengingatkan agar pelaksanaan Musda tidak dijadikan sekadar ajang membangun popularitas tanpa substansi gagasan.
Menurutnya, siapa pun yang terpilih sebagai ketua bukanlah tujuan utama, melainkan bagaimana organisasi mampu berkontribusi nyata dalam mengawal pembangunan daerah.










