Porostimur.com, Komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Majid Mousavi menyatakan bahwa rudal dan drone canggih milik Iran telah sepenuhnya mengunci target militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Pernyataan tersebut disampaikan Mousavi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS, dengan menegaskan bahwa pasukannya kini hanya menunggu perintah akhir untuk melancarkan serangan.
“Rudal dan drone telah mengunci musuh dan kami menunggu perintah tembak,” ujar Mousavi dalam pernyataannya yang dikutip kantor berita Xinhua, Minggu (10/5/2026).
Ancaman Balasan dan Klaim Serangan
Menurut Mousavi, kesiapan tersebut merupakan bagian dari respons tegas IRGC atas tindakan militer AS di kawasan, termasuk dugaan serangan terhadap kapal dan tanker Iran di dekat Jask.
Ia mengklaim, Angkatan Laut IRGC telah melancarkan operasi balasan menggunakan rudal balistik anti-kapal, rudal jelajah, serta drone berdaya ledak tinggi yang disebut menimbulkan kerusakan pada aset musuh.
Namun, klaim tersebut dibantah oleh CENTCOM yang menyatakan tidak ada kerusakan seperti yang dilaporkan pihak Iran.
Ketegangan di kawasan Teluk pun terus meningkat, dengan kedua pihak saling melontarkan tudingan terkait pelanggaran keamanan maritim dan aksi provokatif.











