“Kalau industri pengolahan ikan bisa dibangun di sini, maka akan tercipta lapangan kerja baru, meningkatkan nilai tambah, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Maluku. Hilirisasi perikanan harus berjalan di daerah penghasil, bukan hanya di Pulau Jawa,” tegasnya.
Selain sektor perikanan, ia mengungkapkan bahwa Komisi VII DPR juga menyoroti pentingnya penguatan UMKM dan ekonomi kreatif sebagai bagian integral dari pengembangan pariwisata Maluku. Ia mencontohkan bagaimana wisata kuliner, kerajinan, serta seni budaya lokal dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan mancanegara.
“UMKM memiliki potensi besar untuk mendukung sektor pariwisata. Produk-produk khas Maluku seperti makanan tradisional, kerajinan tangan, seni pertunjukan, hingga produk olahan hasil laut, semuanya bisa dikembangkan menjadi produk unggulan daerah,” tambahnya.
dalam kesempatan yang sama, politisi Fraksi Partai Golkar ini mengjngkapkan bahwa Komisi VII DPR RI juga mendorong pemerintah daerah untuk proaktif mengembangkan ekosistem pariwisata yang terintegrasi dengan UMKM dan ekonomi kreatif. Sebab, menurut ya hal ini akan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, sekaligus memperluas sumber pendapatan daerah.










