Laporan dari gubernur, kata Muhadjir, sebagian besar korban meninggal dunia anak sekolah karena waktu kejadian bersamaan waktu mengaji di Madrasaj diniyah di masjid. Hal ini karena sebagai kegiatan ruton di Cianjur setelah sekolah formal mereka mengikuti pendidikan non formal.
“Pemerintah sudah melakukan langkah cepat, baik pemkab dan provinsi dan kami ucapkan terima kasih kepada seluruhnya karena melakukan langkah cepat tidak bertele tele, tepat waktu dan cepat,” ungkap Muhadjir. Kebutuhan dari BNPB memutuskan hanya ada satu posko ditempatkan di kantor atau pendopo bupati Cianjur.
Muhadjir berharap, wartawan arif menghimpun data dari satu pintu dari posko dan akan konferensi pers setiap pukul 17.00 WIB. Dia berharap, masa darurat ditangani secepat mungkin, karena semakin cepat maka makin baik memperpendek penderitaan warga.
(red/republika)










