Korban ketujuh meninggal dunia lebih dari sepekan setelah mengalami luka serius akibat serangan Iran terhadap Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi pada 1 Maret.
Korban berikutnya terjadi ketika pesawat pengisian bahan bakar KC-135 milik Angkatan Udara AS jatuh di Irak pada Maret 2026. Kecelakaan tersebut menewaskan enam personel militer yang tengah mendukung operasi udara Amerika terhadap Iran. Menurut CENTCOM, pesawat berada di wilayah udara yang aman ketika mengalami insiden yang melibatkan pesawat lain.
Sementara itu, pada awal Juli, seorang pilot Angkatan Laut AS juga tewas setelah helikopter yang diterbangkannya mengalami kecelakaan di Laut Arab. Militer AS menyatakan tidak ada indikasi kecelakaan tersebut disebabkan oleh serangan musuh, sementara tiga awak lainnya berhasil diselamatkan.
Konflik Telan Korban di Berbagai Negara
Perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran tidak hanya menelan korban di pihak militer AS.
Otoritas Iran mengklaim sedikitnya 50 orang tewas dan lebih dari 500 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Amerika Serikat selama tiga pekan terakhir. Delapan di antaranya dilaporkan meninggal dalam serangan terhadap sebuah jembatan pada Jumat.
Korban sipil dan pekerja asing juga dilaporkan berjatuhan di sejumlah wilayah Timur Tengah, termasuk negara-negara Teluk, Israel, dan Lebanon, seiring meluasnya dampak konflik.









