Wali Kota, ungkap Silooy, memberikan apresiasi USAID dan Kementerian PPN/ Bappenas yang telah menetapkan Kota Ambon sebagai salah satu penerima manfaat dari CCBO.
Hal ini, tandasnya, dapat membantu Pemkot dalam rangka peningkatan sistem pengelolaan sampah perkotaan yang berkelanjutan untuk mencegah kebocoran plastik, serta menciptakan kota yang lebih bersih dan laut yang lebih sehat.
Sementara itu, Direktur Perumahan & Pemukiman, Kementerian PPN/Bappenas, Tri Dewi Virgiyanti, menyatakan secara nasional pemerintah Indonesia memiliki target untuk pengelolan sampah 100 persen di tahun 2024, namun progres ke arah itu cukup berat.
“Secara nasional target pengelolan sampah pada 2024 adalah 100 persen, dimana 80 persen ditangani, dan pengurangan sampah sebesar 20 persen. Sedangkan saat ini penanganan sampah baru mencapai 54, 85 persen, dengan pengurangan 0,08 persen. Untuk Maluku pada tahun 2019, penanganan sampah 45,18 persen dengan pengurangan 0,1 persen,” kata dia.
Mengatasi hal itu, berbagai program dan kerjasama dilakukan bersama berbagai pihak salah satunya CCBO-USAID yang dilaksanakan di tiga kota yakni Ambon, Semarang, dan Makassar.
“Meski baru dilakukan di tiga kota, ini menjadi kesempatan yang langka dimana kita bisa mendapatkan asistensi teknikal sehingga pengelolaan sampah dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.









