Kota Ambon Kembali Ke Zona Orange, DPRD Maluku Meminta Pemkot Lebih Ketat Lagi

oleh -28 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Tertanggal 23 Mei 2021 lalu, zonasi Kota Ambon telah turun dari Zona Kuning atau resiko rendah dengan skor 2,5 ke zona orange atau resiko sedang dengan skor 2,4.

Dengan kembalinya Kota Ambon ke zona orange, DPRD Provinsi Maluku meminta pemerintah kota untuk lebih ketat lagi dalam hal penerapan protokol kesehatan (prokes) terutama di tempat-tempat umum, karena banyak kelonggaran yang terjadi ketika Kota Ambon masuk ke zona kuning.

“Kita sadari bahwa setelah kita masuk ke zona kuning, banyak kelongaran-kelonggaran terjadi dimana-mana terhadap protokol kesehatan, apalagi kemarin pasca Idul Fitri juga kan mobilitas orang juga sangat tinggi, sehingga kami berharap agar pemerintah bisa tetap menekan dan mengontrol pandemi Covid-19 di Kota Ambon. Pemerintah harus kembali menegaskan penerapan prokes terutama di ruang-ruang publik, di pusat-pusat berbelanjaan. Jangan sampai merasa karena sudah masuk zona kuning sudah tidak ada lagi penataan”, ujar Wakil Ketua DPRD Maluku, Abdullah Asis Sangkala di Baileo Rakyat Karang Panjang, Ambon.

Baca Juga  SMPN 6 Ambon gelar pelatihan dan peningkatan kapasaitas guru

Sangkala juga mengatakan, jam kunjungan di pusat-pusat keramaian di Kota Ambon juga mengalami kelonggaran, rata-rata semuanya beroperasi hingga jam 10 malam. Oleh karenanya, dirinya juga meminta agar pemerintah memperketat jam-jam kunjungan tersebut, sehingga kemudian bisa tetap menjaga daerah ini dari penyebaran Covid-19.

Terkait dengan rapid, Ia menuturkan banyak keluhan dari masyarakat tentang beratnya kebijakan pemerintah terkait dengan rapid, sehingga Ia berharap adanya kebijakan dari pemerintah untuk meringankan hal tersebut.

“Kita tentu setuju untuk diadakan keringanan, tentu dengan kebijakan bagaimana harga rapid atau rapid ini bisa ditanggung oleh pemerintah, sehingga tidak terlalu memberatkan masyarakat atau dicarikan formula yang termurah misalnya GeNose tetapi sepertinya pemerintah belum siap untuk itu. Saya berharap, GeNose diadakan secara masif, kalau bisa di Puskesmas-Puskesmas bisa melakukan pelayanan itu karena harganya lebih murah dan prosesnya juga mudah hanya melalui hembusan nafas ke kantong udara”, pungkasnya. (alena)

No More Posts Available.

No more pages to load.