Kualitas Menteri Syahrul…

oleh -3 Dilihat

Demi menyambung hidup, sang istri, Halimah, berjualan sukun goreng.

Ada juga kisah Baharuddin Lopa, mantan Jaksa Agung. Seperti ditulis dalam buku itu, seorang bupati mengisi bensin di tangki mobil Lopa. Lopa marah dan meminta agar tangki dikosongkan kembali.

Ada juga kisah Agus Salim dan kisah mantan Kapolri Jenderal Hoegeng.

Bagaimana dengan Menterti SYL. Terasa begitu kontras. Kisah di atas adalah sebagian litani kejujuran anak bangsa.

Di tengah masifnya korupsi, bangsa ini pernah memiliki anak bangsa yang mengedepankan kejujuran. Mengedepankan integritas. Membedakan milikmu dan milikku. Pemerintah dan pribadi. Urusan negara dan dan urusan keluarga.

Besar kecilnya bangsa ditentukan kualitas manusianya. Mengutip Proklamator Soekarno, ”tiap bangsa punya orang besar. Tiap periode dalam sejarah mempunyai orang besar. Tetapi, lebih besar daripada Mahatma Gandhi adalah jiwa Mahatma Gandhi, lebih besar dari Stalin adalah jiwa Stalin, lebih besar dari Roosevelt adalah jiwa Roosevelt…”.

Baca Juga  Dugaan Pencurian di Saburo Mart Galunggung Viral, Polisi Belum Beri Keterangan

Adapun Hatta dengan mengutip penyair Jerman, Friedrich Schiller, mengatakan, ”Sebuah abad besar telah lahir, tetapi ia menemukan generasi yang kerdil.”

Bangsa ini tengah bergerak melahirkan generasi kerdil. Kerdil dalam arti tak lagi punya rasa malu, tak lagi mengedepankan etika dan moralitas.

No More Posts Available.

No more pages to load.