Ia mengimbau siswa agar memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif, seperti menunjang pembelajaran dan mengembangkan potensi diri.
“Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk menambah wawasan, bukan untuk hal yang melanggar aturan,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa aktivitas di media sosial memiliki konsekuensi hukum. Penyebaran konten negatif, ujaran kebencian, hingga informasi yang melanggar hukum dapat dikategorikan sebagai kejahatan siber.
“Polisi rutin memantau aktivitas di dunia maya dan akan menindak setiap pelanggaran,” tegasnya.
Perkuat Nilai Moral dan Spiritual
Dalam kesempatan itu, siswa juga diajak untuk memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual melalui ibadah serta perilaku sehari-hari yang baik.
Menurut Hujra, keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan akhlak menjadi kunci bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dan mendapat respons positif dari para siswa. Kehadiran polisi di lingkungan sekolah diharapkan tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan karakter generasi muda di Kota Tual.
(Megarivera Renyaan)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









