Saiful menambahkan, bahwa inovasi yang dilakukan adalah di Puskesmas Ome tentang Inovasi Poli bulan, Puskesmas Tosa, rumah terbersih, dan sekarang masuk di tahap mengembangkan dan meningkatkan inovasi tersebut dengan menyaipkan berbagai dokumen, berupa SK, proposal, dan lainnya yang nantinya bisa ikut assesmen di Kemendagri.
Pernah juga dilakukan di Puskesmas Tomalou tentang BPJS (nakti peduli dan jaman sehat), sedangkan di Puskesmas Tosa yaitu, kelompok kerja sanitasi, cek kesehatan mandiri, kelompok peduli gizi kurang.
“Kalau di Tomalou dan Tosa ini, dokumennya belum disiapkan karena belum melalui tahapan assesmen, akan tetapi saat ini kami juga menyiapkan,” terangnya.
Berkaitan dengan inovasi di masing-masing Puskesmas ini, dibuat dengan melihat permasalahan di lingkungan puskesmas setempat.
Pengembangan inovasi saat ini, kami melakukan tahap perencanaan monitor aplikasi yang namanya reword yang fungsinya memberikan perkembangan penyakit per minggu dalam monitor kasus penyakit.
Sedangkan Kepala Dinas Dukcapil Kota Tikep Sunarya Saripan mengungkapkan, sebenarnya kita tidak kalah dengan Kota Ternate dengan penilaian Kemendagri sebagai kota berinovasi, dikarenakan masing-masing OPD tidak diinput dalam aplikasi yang terhubung di Menpan maupun Mendagri.




