Lahan Pertanian di Ambon Terbatas, Wali Kota Dorong Optimalisasi Perhutanan Sosial

oleh -361 views

Porostimur.com, Ambon – Wali Kota Ambon Bodewin Melkias Wattimena, mengakui bahwa keterbatasan lahan pertanian menjadi tantangan utama dalam mewujudkan kedaulatan pangan di wilayah Kota Ambon. Hal ini disampaikan saat menghadiri kegiatan penanaman bibit jagung bersama warga di Desa Poka, Rabu (9/7/2025).

Menurut Bodewin, sebagian besar wilayah Ambon berada dalam kawasan hutan lindung, sehingga tidak bisa secara bebas dialihfungsikan menjadi lahan pertanian produktif.

“Wilayah Kota Ambon umumnya didominasi kawasan hutan lindung, sehingga tidak leluasa dimanfaatkan untuk pertanian. Maka untuk ketersediaan pangan, kita masih sangat tergantung dari daerah lain,” jelasnya.

Solusi Alternatif: Perhutanan Sosial untuk Ketahanan Pangan

Menyadari kondisi tersebut, Bodewin mendorong agar warga tidak bergantung penuh pada pasokan pangan dari luar. Sebagai solusi, ia menekankan pentingnya pemanfaatan kawasan perhutanan sosial, yaitu ruang di sekitar hutan yang dapat dikelola masyarakat untuk kebutuhan pertanian secara berkelanjutan.

“Kita bisa tanam jagung, misalnya, di area yang memiliki pencahayaan cukup, tanpa menebang pohon secara besar-besaran. Tidak perlu membuka hutan secara masif,” terangnya.

Lebih jauh, ia menyebut bahwa perhutanan sosial bukan hanya bagian dari program pelestarian lingkungan, tetapi juga langkah nyata untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat lokal.

“Lebih baik ada sedikit hasil dari pada tidak ada sama sekali,” tambah Bodewin.

Poka Jadi Pilot Project, Pertanian Komunitas Akan Didorong

Langkah awal dari gagasan ini telah dimulai di Desa Poka. Penanaman bibit jagung oleh warga bersama pemerintah dijadikan sebagai pilot project pemanfaatan perhutanan sosial untuk pangan. Bodewin berharap contoh ini bisa ditiru oleh desa-desa lain di Kota Ambon.

No More Posts Available.

No more pages to load.