kami tersenyum
di tepi laut yang berzikir
langit menahan waktu
dan arus-Mu perlahan
mengajari kami cara pulang
ia datang membawa nama
yang tak Kau tulis di dalam takdir
hatiku tunduk seperti perahu kecil
yang belajar tahu
tak semua teluk adalah rumah
pintu sempat terbuka
namun rumah itu
bukan tempat sujudku
ia hanyalah mimpi indah
yang Kau izinkan singgah
agar aku belajar:
kehilangan pun
bisa penuh kasih
kini, di bawah bintang yang sama
aku menutup doa dengan senyuman
memilih cinta-Mu
dengan cara melepaskan
mengembalikan namanya
ke laut-Mu yang tenang
untuk Kau simpan
dalam cerita lain
dalam kehendak
yang paling Kau tahu
Depok, 25 Januari 2026
=============
Tempat Paling Tenang Bernama Kamu
bertahun terjaga di sisimu
aku belajar tenang dari caramu bernapas
namamu tinggal di bibirku seperti rahasia
yang tak pernah ingin kuucapkan
badai pernah datang memisahkan jarak
namun tubuh kita tahu caranya mendekat
tanpa perlu suara
hatimu kau serahkan ke telapak tanganku
aku mendengar detaknya
merasakan getarnya
dan memilih tinggal
meski gemetar
malam menjadikan dadaku
tempatmu beristirahat
air matamu hangat di kulitku
dan aku tahu
pergi tak pernah lebih berani
daripada memelukmu
saat dunia mendingin, akulah apimu
di lebarnya bahuku
kau percaya pada pulang
perlahan tanpa tergesa












