Keempat, Wali Kota ingatkan Kades/Raja untuk selalu bermusayarah dengan BPD dan Saniri dalam menyusun program kerja. BPD maupun Saniri Negeri, kata Wali Kota, memiliki kedudukan yang setara dengan Kades/Raja karena diangkat oleh Wali Kota.
“Program Kerja tidak tidak boleh disusun sendiri leh kades/Raja, tetapi harus bersama – sama BPD dan Saniri karena keduanya memiliki kedudukan yang setara. Namun BPD harus menempatkan diri dalam posisi yang benar, sebagai mitra Kades/Raja,” terang Wali Kota.
Kelima, Kades/Raja yang baru dilantik, diminta Wali Kota untuk dapat memberdayakan PKK agar perempuan dapat mengambil peran dalam kebijakan di desa/negeri.
“PKK bukan urusan perempuan tapi laki – laki juga bisa menjadi bagian dari pkk utuk mensejahterahkan keluarga,” ujarnya.
Selanjutnya, Wali Kota berharap Kades/Raja harus inovatif karena seluruh kebutuhan pelayanan publik telah memasuki era digitalisasi dan komputerisasi.
“Kades/Raja dapat memberdayakan anak muda di desa untuk pengembangan dan penguasaan teknologi. Melalui penguasaan teknologi kita bisa mengadakan komparasi dengan desa lain di Indonesia,” pintanya.
Berikutnya, Wali Kota berpesan agar Kades/Raja yang baru dilantik untuk tidak alergi terhadap kritik. Kades/Raja lanjut dia, harus bersikap terbuka menghadapi kritik, karena kritik menjadi kesempatan untuk untuk koreksi diri.












