Laporan BPD Soal Dana Desa Kaibobo Mandek, Inspektorat SBB Diminta Buka Hasil Pemeriksaan

oleh -6 Dilihat
Polemik pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Kaibobo, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), memasuki babak baru.

Kondisi fisik bangunan juga perlu dibandingkan dengan dokumen perencanaan, RAB, laporan pertanggungjawaban serta realisasi keuangan.

Jika seluruh pekerjaan memang belum selesai, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana pertanggungjawaban atas anggaran yang telah direalisasikan.

Sebaliknya, jika pekerjaan telah dinyatakan selesai dalam dokumen, tetapi kondisi fisiknya berbeda, maka hal tersebut membutuhkan penjelasan lebih lanjut dari pemerintah desa dan pihak yang melakukan pengawasan.

KNPI Desak Kejari SBB Turun Tangan

Persoalan tersebut turut mendapat perhatian Fahrul Kaisuku yang mengatasnamakan KNPI Kabupaten SBB. Ia mendesak Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) SBB untuk memanggil Kepala Desa Kaibobo serta pihak-pihak yang mengetahui proses pengelolaan anggaran dan pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurut Fahrul, aparat penegak hukum perlu melihat persoalan secara utuh, mulai dari proses perencanaan, penganggaran, pencairan, pelaksanaan pekerjaan hingga pertanggungjawaban.

Baca Juga  Resmi Gereja Getsemani Aster Piru, Gubernur Maluku Tekankan Keteguhan Iman Hadapi Pergumulan

“Kalau BPD memang pernah melaporkan persoalan ini, maka harus jelas apa tindak lanjut Inspektorat. Jangan sampai laporan masyarakat hanya berhenti di meja pemeriksaan tanpa ada kejelasan hasil dan rekomendasi,” tegas Fahrul.

Ia juga meminta aparat penegak hukum menelusuri kemungkinan adanya penyimpangan apabila ditemukan indikasi yang cukup.

No More Posts Available.

No more pages to load.