Lebaran, 53 napi Lapas Klas IIB Manokwari kantongi remisi

oleh -81 views
Link Banner

@Porostimur.com | Manokwari : Memasuki perayaan Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah, sebanyak 53 warga binaan pada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Manokwari, menerima remisi atau pengurangan masa tahanan, Jumat (15/6), sekitar pukul 09.00 Wit.

Pemberian remisi atau pengurangan masa tahanan kepada 53 orang warga binaan Lapas Klas IIB Manokwari ini, juga dirangkaikan dengan Shalat Ied berjamaah kepada seluruh warga binaan yang beragama Muslim.

Hal ini dibenarkan Kepala Lapas Kelas IIB Manokwari, Yosef Yembise, saat berhasil dikonfirmasi @porostimur.com.

Menurutnya, remisi biasanya diberikan bagi para warga binaan yang dinilai berperilaku baik, selama menjalani masa tahanannya di dalam lembaga pemasyarakatan.

Dimana remisi dimaksud acap kali diberikan tepat pada perayaan hari besar nasional ataupun hari besar keagamaan.

Baca Juga  Jadi Ketua Penanganan Virus Corona, Kepala BNPB Doni Monardo Mohon Doa

Usulan remisi dimaksud, akunya, diajukan terlebih dahulu kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) RI di Jakarta dan diputuskan sebanyak 53 orang narapidana.

Dimana, 53 warga binaan yang menerima remisi ini terbagi atas 17 orang dari tindak pidana khusus (tipidsus), 32 orang dari tibdak pidana umum (tipidum) 3 orang dari Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) dan 1 orang dari Lembaga Pemasyarakatan Anak (LPA).

”Ya, ini harus disyukuri. Karena bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri, sehingga menjadi hadiah bagi mereka. Kita usulkan 53 orang dan semuanya diterima dan diberi remisi bervariasi. 17 orang Tipidsus, 32 orang Tipidum, 3 dari lapas perempuan dan 1 dari lapas anak. Ini sudah sesuai dengan syarat, seperti mereka memiliki kelakuan baik,” ujarnya.

Baca Juga  Serikat Buruh Internasional Turut Kritisi Omnibus Law UU Cipta Kerja

Terpisah, salah satu warga binaan perempuan yang divonis 4 tahun 3 bulan penjara, Hasnahwati, mengaku bahagia dan senang saat mengetahui dirinya bagian dari penerima remisi dimaksud.

Sekembalinya ke tengah masyarakat, janjinya, ia akan merefleksikan apa yang diterimanya selama berada di dalam lapas.

Bahkan, diharapakannya keluarganya dapat menerima kembali keberadaan dirinya seperti saat awal dirinya berada di tengah-tengah mereka.

”Ya senanglah. Mudah-mudahan saya bisa diterima kembali oleh masyarakat dan keluarga nanti. Saya berjanji akan menjadi pribadi yang lebih baik, dengan apa yang sudah saya dapat selama ini. Kemarin saya divonis 4 tahun 3 bulan,” tegasnya.

Pengalaman dan pengakuan Hasnahwati ini juga diaminkan warga binaan lainnya, Riky Kikaitam.

Selama berada di dalam lapas, akunya, banyak hal positif yang seyogyanya dilakukan oleh kaum muda di Kota manokwari, sehingga tidak terlibat pada hal-hak negatif, yang berujung di dalam lapas.

Baca Juga  Agenda rapat tertunda, Komisi A nilai Limbert cuci tangan

Ia juga berharap, dapat di terima oleh masyatakat dan keluarga.

”Banyak hal positif yang saya terima. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pak kalapas dan jajarannya, yang mana sudah membentuk saya menjadi pribadi yang lebih baik. Ini yang harus di lakukan anak muda di manokwari, supaya tidak terjerumus kepada hal negatif. Masyarakat dan keluarga, jangan melihat kami dengan status yang kami sandang sebelumnya, karena semua orang pasti berubah, dan itu yang saya akan lakukan ketika keluar dari lapas ini,” pungkasnya. (jefri)