Menurutnya, dukungan nyata dari platform digital dan pemerintah sangat dibutuhkan agar musisi daerah dapat bersaing di tingkat internasional.
“Potensi musik Maluku Utara luar biasa. Tapi selama ini akses ke pasar global masih terbatas. Kolaborasi pemerintah dan platform digital harus benar-benar membuka jalan bagi talenta dari Timur,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya perbaikan sistem pembayaran royalti global agar benar-benar dirasakan oleh kreator lokal hingga ke daerah. Persoalan birokrasi dan metadata yang sering menjadi hambatan bagi musisi independen, kata dia, harus diselesaikan agar tidak merugikan para kreator.
Transparansi dan keadilan, lanjutnya, harus menjadi prinsip utama dalam distribusi royalti digital.
Perkuat Kapasitas Digital Musisi Daerah
Selain akses dan royalti, Alqassam mendorong pemerintah memaksimalkan program pelatihan digital bagi musisi daerah. Penguatan kapasitas ini dinilai penting agar musisi semakin mandiri secara ekonomi dan memahami sistem distribusi digital global.
Dengan kemampuan tersebut, para musisi diharapkan mampu memanfaatkan platform internasional secara optimal untuk membawa karya mereka ke pasar dunia.
“Maluku Utara itu gudangnya talenta, seni, dan budaya. Saya ingin melalui kerja sama strategis ini, musisi dari Ternate, Tidore, Halmahera, dan seluruh Maluku Utara punya panggung yang sama dengan musisi global,” ujarnya.









