Selanjutnya, ia menggunakan benih itu untuk membuahi dirinya sendiri dan melahirkan banyak setan. Itu sebabnya ia disebut ibu dari para setan dan iblis. Lillith juga dianggap sebagai sosok yang bertanggung jawab atas mimpi basah laki-laki di dunia. Dikatakan juga, sperma yang terbuang dari mimpi itu menjadi anak Lillith (setan).
Menurut Nasaruddin Umar, sumber ini memang tidak terlalu populer di kalangan Yahudi karena dianggap kepercayaan sempalan, namun demikian cerita ini ditemukan dalam Talmud, seperti dalam Erubin 1006, Bava Batra 736, Niddah 246, Sabbat 1516.
Menurut Lisa Aiken, makhluk misterius Lillith juga dihubungkan dengan salah satu pasal dalam Kitab Perjanjian Lama (Issalah/34:14).
Nasaruddin Umar menjelaskan dalam literatur klasik Islam, Lillith atau nama-nama lainnya tidak pernah dikenal. Dalam hadis hanya dikenal nama Hawa sebagai satu-satunya isteri Adam. Dari pasangan Adam dan Hawa lahir beberapa putra-putri yang kemudian dikawinkan secara silang. Dari pasangan-pasangan baru inilah populasi manusia menjadi berkembang.
Sementara itu, dalam al-Qur’an memang diisyaratkan kemungkinan adanya makhluk sebangsa manusia pra Adam, tetapi makhluk itu tidak dihubungkan dengan pribadi Adam, melainkan Adam sebagai species manusia.








