Lima Pelajaran dari Kisah Fir’aun yang Diabadikan dalam Al-Qur’an

oleh -2 Dilihat

2. Kekuasaan Tidak Boleh Digunakan untuk Menindas

Fir’aun tidak hanya dikenal karena kesombongannya. Ia juga menggunakan kekuasaannya untuk melakukan penindasan terhadap Bani Israil.

Allah SWT menggambarkan tindakan Fir’aun dalam Al-Qur’an Surah Al-Qashash ayat 4,

إِنَّ فِرْعَوْنَ عَلَا فِى ٱلْأَرْضِ وَجَعَلَ أَهْلَهَا شِيَعًا يَسْتَضْعِفُ طَآئِفَةً مِّنْهُمْ يُذَبِّحُ أَبْنَآءَهُمْ وَيَسْتَحْىِۦ نِسَآءَهُمْ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلْمُفْسِدِينَ

Artinya: “Sesungguhnya Fir’aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Fir’aun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Ayat tersebut memperlihatkan bagaimana kekuasaan dapat menjadi alat kezaliman ketika tidak disertai keadilan.

Baca Juga  Polnam Buka Rekrutmen 11 UKM, Mahasiswa Baru Diajak Tak Sekadar Aktif di Ruang Kelas

Fir’aun membagi masyarakat ke dalam kelompok-kelompok dan melemahkan sebagian dari mereka. Bani Israil menjadi kelompok yang ditindas, bahkan anak laki-laki mereka dibunuh.

3. Jangan Menolak Kebenaran karena Kesombongan

Nabi Musa AS datang kepada Fir’aun membawa bukti-bukti kekuasaan Allah SWT. Namun, Fir’aun tetap menolak dan menganggap mukjizat yang dibawa Nabi Musa AS sebagai sihir.

Salah satu dialog tersebut diabadikan dalam Al-Qur’an.

No More Posts Available.

No more pages to load.