Made In Cina, Minus Sirsir dan Cakalang Banda

oleh -592 views

Saking dekatnya hubungan dagang Arab dan Cina bahkan dalam berbagai riwayat ada hadis yang menyebutkan nama Cina. Yang artinya: “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina.”

Di pelataran masjid Abi Waqqas ini terdapat banyak warga berwajah Timur Tengah seperti Pakistan. Selain berziarah ke makam Abi Waqqas mereka ini juga adalah pedagang dan penyiar Islam yang sedang beribadah sambil beristrahat di masjid yang dibangun awal abad ke-8 itu.

Hubungan dagang antara Cina-Arab sejak zaman perdagangan Jalur Sutra hingga kini masih tetap terjalin. Lihat saja produk-produk asesoris yang dijual di Kota Makkah, Madinah, dan Jeddah di sepanjang pertokoan, mall, atau pasar musiman itu.

Baca Juga  Buka Peluang Relaksasi RKAB Batu Bara 2026, Bahlil: Produksi Disesuaikan Harga Pasar

Separoh dari produk itu didatangkan dari sana. Jutaan jamaah haji yang berkunjung ke Makkah dan Madinah ikut menikmati produk-produk mereka mengalahkan produk dari Jazirah Arab, Turki, Jordania, Bangladesh, Mesir, India atau Yaman.

Dari songko haji, cincin batu akik, gelang, kalung, tasbih, mainan kunci, boneka Onta, kaligrafi, guci, sajadah, songko haji, baju gamis, tasbih, hingga pakaian khas Arab seperti baju koko dengan label Made In Cina.

Kisah perdagangan dari rumpun Cina melalui Jalur Sutra bukan saja dengan dunia Arab. Jauh sebelum itu di zaman penguasa Raja Sulaiman di Kota Manila, Filipina, juga sudah pernah terjadi kontak bisnis.

No More Posts Available.

No more pages to load.