Pela Gandong dan Moderasi Kebudayaan “Menggugat Kesadaran dan Slogan Hidup Orang Basudara”

oleh -688 views

Oleh: M. Fazwan Wasahua, Ketua DPW KPN Provinsi Maluku Pimpinan Komunitas Lanit’e

PAGI-pagi buta, sekelompok orang merengsek masuk di Negeri Kariuw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Dengan bersenjatakan parang, mengenakan pakain serba putih dan ikat kepala putih khas perangnya, dengan sigap dan awas mengamati sekeliling. Waktu masih sangat pagi. Matahari pun belum sepenuhnya terbit. Pasukan itu bergerak masuk ke pemukiman Kariuw, kemudian membakar rumah-rumah warga yang dilalui mereka. Api menyala berkobar. Suasana yang tadinya hening di pagi itu berubah mencekam. Orang-orang berteriak histeris, berlari mengamankan diri. Sementara orang-orang itu terus merengsek membakar setiap bangunan yang dilaluinya. Tentu saja, ada korban berguguran.

Baca Juga  BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi dan Banjir Rob di Maluku dan Maluku Utara

Berita penyerangan itu dengan secepat kilat menyebar di sosial media, viral. Segala komentar berhamburan. Komentar netizen secara umum mengecam penyerangan tersebut. Siapa yang tega hati melihat ibu-ibu, anak kecil, perempuan dan orang tua lansia terusir dari kampungnya sendiri, pergi mengungsi ke negeri tetangga, Negeri Aboru, salah satu pela (Pela adalah istilah yang dikenal masyarakat Maluku untuk menyebut sistem persekutuan yang disepakati antara dua kampung (negeri) atau lebih menjadi saudara yang harus selalu menolong satu sama lain) mereka sendiri.

No More Posts Available.

No more pages to load.