Pandangan dan prasangka inilah yang menjadi sumber tumbuh subur Islamophobia di Eropa. Fenomena Islamofobia ini semakin menjadi-jadi pasca terjadinya tragedi 9/11 di Amerika Serikat, bom bunuh diri yang terjadi pada 7Juli 2005 di London, bom bunuh diri di Spanyol serta pembunuhan politikus Belanda,
Pim Fortuyn oleh seorang warga Belanda keturunan Maroko, dan perilaku organisasi ISIS semakin menambah keyakinan juga daftar panjang kecurigaan Barat terhadap teroris Islam.
Namun bersamaan dengan perhelatan Piala Dunia Qatar 2022 mata Eropa dan dunia mulai terbuka, paling tidak sikap toleransi, dan menghargai nilai-nilai kemanusiaan, serta kebaikan-kebaikan yang ditunjukkan warga Qatar kepada para pecinta sepak bola tidak hanya ditunjukkan dengan kata-kata melainkan dengan perbuatan nyata. Sikap ini sesungguhnya menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang menyeru kepada hal-hal baik pada manusia.
Hal ini dilakukan karena selaras dengan ajaran Islam dan pernyataan Allah SWT dalam Surat Al-A’raf ayat 56. Allah berfirman : “Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”
Oleh karena itu umat Islam dunia selayaknya memberi apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pemerintah kerajaan Qatar yang telah mampu memberi tambahan sudut pandang yang positif bagi dunia barat terhadap Islam. Sebab langkah-langkah Qatar mengenalkan Islam, membuat masyarakat dunia mengetahui bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan tentang perdamaian, kemanusiaan, kasih sayang, kedisiplinan. Sehingga, pandangan-pandangan sempit masyarakat yang terjangkit virus Islamofobia diharapkan bisa luntur dengan syiar-syiar Islam di Piala Dunia ini.








