Masjid-Masjid Megah Tapi Miskin Jamaah

oleh -310 views

“Seorang Muslim masih bisa melaksanakan shalat, sekalipun tidak ada masjid” (Gus Baha)

Oleh: Trimanto B. Ngaderi, Writer, Blogger, Social Worker

Setelah mengucapkan salam, saya mengedarkan pandangan ke sekeliling. Saya sangat terkejut ketika mendapati bahwa shalat jamaah yang sedang saya ikuti ini hanya terdiri dari satu shaf (baris) saja, itupun tidak sampai penuh. Saya pun merasa heran, masjid sebesar dan semegah ini, jamaah hariannya amat-sangat sedikit.

Saya termasuk orang yang senang bepergian. Entah itu urusan pekerjaan atau urusan pribadi. Ternyata fenomena di atas lazim terjadi di banyak tempat. Rata-rata jamaah shalat harian antara 1-2 shaf saja. Padahal masjid itu berlokasi di daerah padat permukiman, bahkan di kota besar.

Berlomba-lomba Membangun Masjid

Baca Juga  Peringati Hari Kartini ke-147, Pemkab Kepulauan Sula Dorong Pemberdayaan Perempuan

Dalam beberapa tahun terakhir ini saya menyaksikan masjid-masjid baru bermunculan di mana-mana. Tidak hanya di kota-kota, bahkan hingga ke desa-desa. Termasuk kegiatan merenovasi maupun merekonstruksi masjid. Masjid yang tadinya kecil dan kurang bagus, dipugar total dan dibangun kembali menjadi masjid yang besar dan megah.

Fenomena baru yang saat ini lagi “tren” yaitu ketika suatu kabupaten/kotamadya tertentu membangun sebuah masjid yang besar dan megah yang berlokasi di jantung ibukota kabupaten/kota tersebut, biasanya di dekat alun-alun atau kantor bupati/walikota, kemudian daerah-daerah lain di sekitarnya melakukan hal yang sama.

No More Posts Available.

No more pages to load.