Empat ayat tersebut sebenarnya sudah mencakup perintah berdzikir sebanyak-banyaknya, adab/ etika berzikir sebaik-baiknya, dan fadilah berzikir setinggi-tingginya. Tetapi, rupanya masih dipandang belum cukup jelas oleh sebagian orang. Buktinya masih saja ada yang bertanya, “Mengapa setiap orang beriman diperintahkan untuk (senantiasa) mengingat Allah?”
Tentang keutamaan zikir ini, Ibnu Al Qayyim mengungkapkan banyak sekali keutamaan dari berzikir ini. Lima di antaranya, keutamaan dari berdzikir itu adalah sebagai berikut:
1. Zikir dapat menghilangkan kesusahan, kesedihan, dan kegundahan dari hati.
Zikir dapat menghadirkan kesenangan, kegembiraan, kekuatan, dan kehidupan ke dalam hati. Ibnu Al Qayyim berkata, “Zikir bagi hati seperti air bagi ikan. Anda dapat bayangkan, bagaimana kondisi ikan itu bila tanpa air”.
2. Zikir dapat mendekatkan diri kepada Allah dan selalu merasa diawasi oleh-Nya.
Zikir dapat mendorong hati orang beriman untuk selalu kembali kepada-Nya dalam segala situasi dan kondisi.
3. Zikir dapat menjadi penyebab bagi Allah untuk selalu mengingat setiap hamba-Nya yang berdzikir kepada-Nya (QS al-Baqarah : 152).
Rasulullah Shallallahau alaihi wa sallam meriwayatkan firman Allah berikut,










