MBG Serang Balik

oleh -18 views

Anda tentu masih ingat ketika Presiden pada peringatan Hari Buruh 1 Mei kemarin bertanya pada para buruh, “Apakah program MBG bermanfaat?” Para buruh kompak menjawab, “Tidakkkkkkkkk …” Itu jawaban buruh yang hidupnya sebagian besar di level UMR itu. Presiden tahu bahwa itu tidak bermanfaat. Dia tahu bahwa ini program boros dan tata kelolanya tidak masuk akal. Tapi dia jalan terus!

Argumen boncos seperti ini tetap dikumandangkan. Karena apa? Karena tidak ada argumen lain. Dan, seperti yang saya katakan di atas, reji korup adalah juga rejim yang pintar berbohong.

Tidak usah berpikir terlalu ruwet. MBG adalah program untuk membentuk infrastruktur politik. Itu jelas dan jernih. Program ini diperlukan untuk kelangsungan hidup rejim ini — dengan segala program-program boros yang menyedot uang rakyat. Orang-orang yang awam akan kebijakan tentu tidak tahu bahwa dana untuk MBG ini diambil dari berbagai pos yang disebut “efisiensi.”

Baca Juga  Cuaca Buruk Ganggu Distribusi BBM ke MBD, DPRD Maluku Imbau Warga Tetap Tenang

Mengapa kota-kota Indonesia kotor? Mengapa banyak jalan sekarang lobang dan tidak diperbaiki? Mengapa banyak fasilitas umum sekarang berkurang sekali kualitasnya? Atau pelayanan yang seret? Kantor-kantor yang suram karena tidak dicat ulang?

Rejim ini mengalihkan banyak dana dengan dalih rakyat. Dan, ironisnya, ia beralasan bahwa banyak dana dikorup. Makanya daripada dikorup lebih baik dipakai untuk MBG atau membangun Koperasi Desa Merah Putih. Dan kita pun tahu bahwa praktek menyelamatkan korupsi ini berakhir dengan korupsi juga. Bahkan lebih terstruktur, sistematis dan masif (TSM). Dua program ini saja sudah menghabiskan dana Rp 750 triliun!

No More Posts Available.

No more pages to load.