Dan, kita tahu bahwa ini hanyalah dalih untuk memboroskan anggaran. Selain itu, program seperti MBG ini adalah program konsumtif. Ini bukan investasi. Seorang ekonom mengatakan program yang produksinya hanya t4i! Nggak ada gunanya.
Beberapa waktu lalu saya ditanya, mengapa para pemilik SPPG dan para politisi pendukung rejim mengorganisir protes di seluruh Indonesia?
Tidak terlalu sulit memahaminya. Mereka jelas melihat kerugian di depan mata kalau program ini dihentikan. Namun, dari sisi bisnis, seperti yang saya dengar dari beberapa pemilik SPPG yang saya wawancarai, mereka tahu bahwa program ini tidak akan punya masa depan. Mereka tahu bahwa ini program pemborosan. Ini program bagi-bagi duit untuk mereka yang mendukung rejim ini.
Penghentian MBG pada saat libur sekolah sendiri sangat merugikan para pemilik SPPG. Seorang pemilik SPPG mengatakan bahwa justru pada saat liburan sekolah untung mereka paling besar. Karena makanan tidak perlu dipersiapkan dan volumenya diperkecil.
Anda tentu melihat banyak unggahan bagaimana kualitas MBG saat liburan sekolah yang dibagikan dengan dirapel sekaligus untuk beberapa hari itu. Roti, sebungku kecil kacang, pisang, sebutir telur untuk tiga hari, misalnya. Juga tidak perlu cuci ompreng. Tidak perlu distribusi setiap hari.











