Seruan serangan disampaikan untuk membalas pembunuhan ayahnya oleh pasukan AS di Pakistan pada Mei 2011 lalu.
Berdasarkan laporan yang diterima media AS, putra bin laden itu diduga meninggal dunia jauh sebelum Departemen Luar Negeri AS mengumumkan hadiah US$1 juta atau Rp14,1 miliar untuk pemberi informasi mengenai keberadaan Hamza pada Februari 2019.
Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS menyatakan Hamza bin Laden tengah dicari lantaran dia menjadi pemimpin kunci sebuah kelompok milisi Islam.
Hamza bin Laden, yang diyakini berusia sekitar 30 tahun, ditetapkan secara resmi oleh AS sebagai teroris global pada dua tahun lalu.
Dia menikahi putri Mohammed Atta, pelaku pembajakan salah satu pesawat komersial yang digunakan dalam penyerangan 11 September 2001, dan menabrakkannya ke gedung World Trade Center di New York. (red)




