“Pertama, PDIP punya banyak kader yang siap jadi capres, sehingga mungkin Bu Mega membiarkan mereka berkompetisi secara internal memperbaiki kinerja mereka, sehingga itu jadi bekal di 2024,” kata Kunto kepada SINDOnews, Rabu (11/1/2023).
Kedua, kata dia, PDIP punya tiket untuk Pilpres 2024 tanpa berkoalisi. “Sehingga kenapa harus buru-buru mengumumkan capres, biarin aja, kan gitu, aku punya tiket ini,” ungkapnya.
Sedangkan yang ketiga, dia memperkirakan bahwa Megawati menunggu dinamika partai-partai lainnya. Sebab, bongkar pasang peta politik Pilpres 2024 dinilai memungkinkan terjadi.
“Dan PDIP tinggal nonton aja, begitu nanti PDIP mengeluarkan nama capres dan deklarasi kan pasti buyar sendiri itu semuanya, karena semua partai pasti menunggu PDIP karena punya calon yang oke di elektabilitas, punya tiket sendiri, punya kader yang banyak,” imbuhnya.
Maka itu, sikap Megawati yang tidak mengumumkan nama capres 2024 pada momen HUT ke-50 PDIP itu pilihan tepat. “Dan saya prediksi mungkin PDIP akan menahan atau baru akan mengeluarkan nama-nama capresnya dekat-dekat dengan pendaftaran batas akhir pendaftaran (capres dan cawapres di KPU, red),” pungkasnya.
Sementara itu, analis politik dan Direktur Eksekutif Indonesia Political Power Ikhwan Arif melihat Megawati berusaha mengukur waktu mendeklarasikan capres-cawapres 2024. “Dalam konteks pilpres, strategi deklarasi capres last minutes sangat menentukan, PDIP sedang memanfaatkan momentum ini untuk menyimpan nominasi nama bakal capres dan cawapres yang sudah ada seperti nama Ganjar Pranowo dan Puan Maharani,” kata Ikhwan Arif.









