Dia mengatakan, kondisi Persis Solo saat ini sangat baik. Meski banyak yang menyebut klub itu bernuansa tim nasional, namun dirinya enggan jumawa. Menurutnya itu hanya anggapan orang saja.
“Itu kan asumsi orang saja, kita tetap pilih (pemain) yang paling bagus,” ucapnya.
3. PSG Pati
Putra Sinar Giri (PSG) Gresik berubah nama menjadi Putra Safin Group (PSG) Pati setelah Saiful Arifin mengakuisisi klub tersebut.
Pria yang akrab disapa Safin ini resmi menjadi pemilik PSG Pati. Sementara, jajaran manajemen dinakhodai oleh Doni Setiabudi yang akrab disapa Kang Jalu.
Pemilik pun langsung membentuk tim kepelatihan yang dipimpin pelatih kepala Ibnu Grahan.
Sementara, Saiful Arifin menegaskan bahwa dirinya memboyong PSG ke Pati tiada lain adalah demi menaikkan marwah Kabupaten Pati.
“Saya menghadirkan PSG Pati ini tentunya untuk kebanggaan masyarakat Pati. Di Indonesia ini, Liga 2 hanya diikuti 24 klub. Satu di antaranya ada di Pati. Itu kan hebat. Tidak semua kota punya klub yang bermain di liga profesional. Saya ingin, Pati ikut menikmati euforia persepakbolaan di level profesional,” papar pria yang menjabat sebagai Wakil Bupati Pati ini.
Safin menambahkan, upaya yang ia lakukan ini juga tak lepas dari tujuan promosi daerah. Dengan adanya klub liga 2, Pati akan lebih banyak mendapat sorotan media.










