Menenun Tasawuf Profetik, Merajut Tasawuf Inklusif

oleh -374 views

Melacak Akar Masalah

Sebenarnya gagasan transformatif di dalam islam bukanlah hal baru, sebut saja Moeslim Abdurrahman seorang cendekiawan muslim Indonesia, yang menyelesaikan study akhir Doctoral Antropologi University Of Illionis, Urbana USA yang sangat terpengaruh oleh tradisi barat telah menggerakkan teologi transformatif sebagai suatu kritik yang terarah kepada teologi-teologi tradisonal yang dianggap tidak lagi relevan sehingga penting untuk ditransformasikan ke aspek yang lebih humanis sosiologis. Hal inilah yang dinilai memicu penolakan keras dari pihak tradisional sehingga melahirkan diskursus yang cenderung semantik dan kusir

Sebagaimana paparan penulis di atas, di kalangan islam paradigma tentang tasawuf selalu difreamingsecara berbeda-beda. Sebagian besar mengartikulasikan konsep tersebut sebagai suatu khazanah ilmu pengetahuan islam yang menekankan pada doktrin tentang ketuhanan, tauhid. Oleh karenanya, mereka beranggapan bahwa paradigma mengenai pembaharuan atau transformasi taswuf merupakan paradigma yang aneh dan membingungkan, sebab hal itu akan berimplikasi kepada bergesernya doktrin-doktrin fundamental dalam islam terlebih tasawuf itu sendiri mengenai kesatuan, ketunggalan, dan ketauhidan Allah swt. Dikarenakan ada anggapan bahwa metode tasawuf sudah diletakkan jalan-jalan ketauhidannya menuju peleburan pencipta dan ciptaan oleh karenanya persoalan ini sudah dianggap selesai, dan bebas dari tindakan rekonsepsi.

No More Posts Available.

No more pages to load.