“Tampaknya (MBS) sedang membangun Ka’bahnya. Apakah dia akan menegakkannya sebagai kiblat baru bagi para jamaah?” cuit sosok kontra lain, akademisi Asad Abu Khalil.
“Nabi Muhammad (SAW) mengatakan salah satu tanda kiamat adalah bahwa Anda akan melihat ‘para gembala bersaing dalam membangun gedung-gedung tinggi,” kata pengguna Twitter @2015 Jmr seraya menggaitkan The Mukaab dengen tanda kiamat.
Sebenarnya, ini bukan proyek ambisius pertama Arab Saudi. Negeri itu memiliki setidaknya lima proyek ‘gila’ lain, mulai dari kota futuristik NEOM, proyet Laut Merah, resort mewah Amaala di pantai Barat Laut Arab Saudi, proyek warisan budaya di Ad Diriya, dan taman hiburan mewah Qiddiya.
Lalu mengapa ini dilakukan Arab Saudi?
Visi Saudi 2030
Selama ini Arab Saudi dikenal sebagai negara yang ekonominya bergantung dengan minyak. Namun saat Raja Salman bin AbdulAziz, ayah MBS, menjadi pemimpinnya di 2015 negara itu mengumumkan Visi Saudi 2030.
Visi Saudi 2030 sendiri merupakan sebuah gambaran perekonomian baru Arab Saudi di tahun 2030. Dalam visi itu, Raja Salman menginginkan agar ketergantungan negara itu terhadap migas dikurangi dan sektor ekonomi terdiversifikasi.
Gayung bersambut saat MBS dipilih sebagai Putra Mahkota di 2017. Ia sibuk mendiversifikasi sumber pendapatan negara.









