Porostimur.com, Jakarta — Rangkaian kasus teror, kekerasan hingga pembunuhan yang terjadi di wilayah Halmahera Tengah (Halteng) dan Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara, kembali mendapat sorotan. Pengurus Pusat Forum Mahasiswa Pascasarjana Maluku Utara (PP FORMAPAS MALUT) mendatangi Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) RI untuk mendesak pemerintah memperkuat respons negara terhadap persoalan keamanan tersebut.
Audiensi yang berlangsung di Kemenko Polkam itu menjadi ruang bagi FORMAPAS MALUT untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dan keluarga korban sekaligus meminta adanya langkah konkret dalam pengungkapan kasus-kasus kekerasan yang hingga kini dinilai belum memberikan kepastian hukum memadai.
Bagi FORMAPAS MALUT, persoalan tersebut tidak semata-mata dapat dilihat sebagai perkara kriminal biasa. Rangkaian kekerasan yang terjadi di kawasan Halmahera menyentuh persoalan yang lebih luas, mulai dari jaminan rasa aman masyarakat, perlindungan warga, penegakan hukum, kepercayaan publik terhadap negara hingga stabilitas sosial di daerah.
Karena itu, organisasi mahasiswa pascasarjana tersebut meminta setiap kasus ditangani secara profesional, transparan dan objektif dengan mengedepankan prinsip due process of law serta berlandaskan fakta dan alat bukti yang sah.









