Dia menyembunyikan identitasnya dan menyamar sebagai penjual keliling. Dia akan tinggal di penginapan seperti pedagang dan tidak di pondok-pondok sufi.
Dikatakan bahwa dia menenun keranjang dan ikat pinggang celana untuk mencari nafkah. Dia telah menjadi pekerja konstruksi di masa mudanya dan selama hari-harinya mengembara di Erzincan, dia mencoba mendapatkan pekerjaan konstruksi.
Namun, dia sangat lemah sehingga tidak ada yang mau mempekerjakannya. Selain menggunakan keterampilan manualnya, ia juga akan memberikan pelajaran kepada anak-anak tentang cara membaca Al-Qur’an. Dia bahkan mengembangkan metode untuk mengajarkan seluruh Quran hanya dalam tiga bulan.
Kehidupan Akhir dan Kematian
Menjelang akhir tahun 1247, Syams Tabrizi menikah dengan seorang wanita muda yang dibesarkan di rumah tangga Rumi. Dia bernama Kimia. Dia tidak berumur panjang dan meninggal ketika dia jatuh sakit setelah keluar di taman.
Diyakini bahwa Syams Tabrizi meninggal pada tahun 1248. Putra Rumi, Sultan Walad, menulis dalam ‘Walad-Nama mathnawi’ miliknya bahwa Tabrizi menghilang dari Konya suatu malam dan tidak pernah terlihat lagi.
Versi lain dari kematiannya mengatakan bahwa dia meninggalkan Konya ke Tabriz. Dalam perjalanan, dia meninggal di Khoy. Ada peringatan di Khoy yang berasal dari tahun 1400, yang dikaitkan dengan namanya.









