Menilik Tradisi Pra Nikah di Dusun Tanah Goyang, Seram Bagian Barat

oleh -315 views
Link Banner

Porostimur.com | Piru: Salah satu tradisi yang tidak pernah hilang menjelang pernikahan adalah membawa hantaran atau seserahan.

Biasanya, hantaran dibawa oleh pihak laki-laki untuk diberikan kepada calon pengantin wanita.

Seserahan dalam lamaran atau pernikahan adalah suatu simbol kesanggupan pengantin laki-laki untuk mencukupi kehidupan perempuan yang akan dipinangnya.

Barang-barang (hantaran) yang dibawa ke rumah calon pengantin wanita juga berbeda-beda mengikuti adat atau tradisi di dalam suatu daerah. Seperti prosesi penghantaran pengantin Dusun Tanah Goyang, Desa Lokki, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku.

Pada, Sabtu (12/6/2021), Porostimur.com berkesempatan untuk melihat secara langsung prosesi seserahan atau hantaran di Desa Lokki.

Calon pengantin pria yang bernama Samin Sangaji diarak dari rumahnya beserta hantarannya yang berupa, kayu bakar, tikar, bantal, guling, kasur dan koper yang berisikan semua perlengkapan calon pengantin wanita yang bernama Filda Wabula, mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut.

Baca Juga  Misteri Rumah Jabatan Sementara Gubernur Maluku dan Dana Rp 5,1 M

Kepala Dusun Tanah Goyang, Munir Boufakar yang juga keluarga dari pihak wanita mengatakan, hal tersebut adalah tradisi yang sudah sering dilakukan bagi mereka yang akan menikah di Desa Lokki. Semua keluarga ikut serta mengarak calon pengantin laki-laki ke rumah calon pengantin wanita.

Sesampainya di rumah mempelai wanita, calon pengantin pria akan disambut dengan kalungan kain sarung ke leher calon pengantin pria.

Kalungan kain tersebut sebagai tanda bahwa calon pria tersebut, sudah diterima sebagai bagian dari keluarga pihak wanita. Dengan begitu, maka prosesi akan dilanjutkan ke prosesi pernikahan. (kahar)