Menteri Israel Mundur dari Kabinet, Sebut Netanyahu Gagal Menang Lawan Hamas

oleh -78 views

Gantz bulan lalu mengancam akan meninggalkan pemerintahan darurat yang dibentuk tahun lalu untuk mengawasi perang di Gaza, jika Netanyahu gagal menyiapkan rencana pascaperang untuk wilayah Palestina yang terkepung dan dibombardir Israel.

Akibat serangan Israel di Jalur Gaza, korban tewas warga Palestina mencapai 37.000 orang.

“Saya akan menjadi bagian dari pemerintahan persatuan nasional yang mencakup semua partai berhaluan tengah dan hanya pilihan itu yang memungkinkan kita menghadapi semua tantangan yang ada di hadapan kita. Seperti saya katakan, yang kita butuhkan adalah persatuan yang sejati dan sejati, bukan persatuan yang parsial,” tegas Gantz.

Gantz juga meminta Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant untuk melakukan apa yang benar.

Netanyahu mengeluarkan pernyataan singkat yang menyerukan Gantz untuk tidak meninggalkan barisan depan, tetapi kepergiannya tidak akan membahayakan mayoritas parlemen dari 64 kursi di Knesset yang memiliki 120 kursi yang dipegang oleh koalisi sayap kanan yang berkuasa.

Baca Juga  Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Mangga Dua Ambon

Gantz dipandang sebagai saingan politik utama Netanyahu di Israel. Dia adalah tokoh oposisi terkemuka sebelum bergabung dengan kabinet perang.

(red/beritasatu)

Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.