Agus bilang, metode yang juga sudah diterapkan di Jepang dalam kegiatan evakuasi mandiri itu terbukti efektif untuk menghindari kepanikan yang mengakibatkan kekacauan ketika terjadi gempa dan tsunami. Sehingga hal itu bisa memudahkan seluruh komponen masyarakat untuk mengevakuasi secara mandiri dengan aman dan terkendali.

Selain melakukan evakuasi mandiri dengan metode yang menyenangkan. Warga juga mengikuti penilaian kondisi psikologis masyarakat dalam evakuasi dengan konsep _Stamp Rally Exercise_.
Dalam metode ini, warga diminta untuk memberi respon dari pertanyaan yang dilampirkan dalam selembar kertas terkait respon ketika akan, sedang dan setelah evakuasi mandiri jika terjadi bencana di wilayahnya. Beberapa pertanyaan itu wajib dijawab dan dalam hal ini tidak ada jawaban mutlak salah atau benar. Semua tergantung dari masing-masing warga.
Dari hasil jawaban itu kemudian akan diberi cap stempel warna oleh tim penilai sesuai hasil dari pernyataan yang diberikan. Tiga warna tersebut lah yang menjadi indikator untuk menentukan pola pendampingan yang bagaimana yang dibutuhkan mayarakat.
Apabila banyak warga yang mendapatkan stampel warna merah, maka yang bersangkutan dinilai sudah memiliki kapasitas dan inisiatif yang tinggi untuk melakukan evakuasi mandiri tanpa tergantung dari pemerintah atau masyarakat selitar. Stempel merah merupakan indikator _Self Help_ yang mana warga tersebut sudah bisa menolong dirinya sendiri.




