Kalau ada gempa lindungi kepala
Kalau ada gempa ingat BBMK
Jangan Berlari (panik)
Jangan Berisik
Jangan Mendorong
Dan Jangan Kembali
Porostimur.com | Dobo: Demikian adalah potongan lirik lagu adaptasi dari lagu daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) berjudul Potong Bebek Angsa yang dinyanyikan oleh anak-anak hingga usia lanjut di Desa Durjela dan Desa Wangel, Kepulauan Aru, Minggu (17/11).
Sembari bernyanyi mereka memperagakan beberapa gerakan mitigasi praktis; menutup kepala dan leher belakang, merunduk dan melindungi diri dengan kursi sembari bersiap untuk segera keluar dari ruangan.
Semua riang, semua ikut senang apalagi ketika Bupati Kepulauan Aru, dr. Johan Gonga turut hadir di tengah-tengah mereka menyanyikan dan memperagakan gerakan yang dipandu oleh para satgas penanggulangan bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aru bersama kepala desa dan perangkat desa serta tokoh adat lainnya.
“Ada 109 orang warga Desa Durjela dan 124 warga Desa Wangel turut serta mengikuti pembelajaran evakuasi mandiri yang dibidani oleh Direktorat Kesiapsiagaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” tutur Kepala Pusat Data Informasi dan Humas, Agus Wibowo.

Metode pembelajaran sosialisasi evakuasi mandiri dengan lagu yang dibawakan dengan suasana riang bisa membangkitkan perasaan yang senang dan gembira, sehingga apa yang diberikan dapat dengan mudah untuk dipahami dan diingat dalam memori. Hal ini juga akan mencegah ketakutan atau kecemasan berlebihan yang berujung pada kepanikan ketika bencana terjadi.




