Setali tiga uang dengan orang nomor satu se-Kepulauan Aru, Oma Min Watumelawar, warga Desa Wangel sangat terkesan dan bangga bahwa pemerintah pusat *telah hadir* memberi pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan warga desanya.
“Kami merasa *bangga* ketika tim BNPB bisa memberi kenang-kenangan yang baik bagi warga di sini. Saya belajar kalau ada gempa harus tutup kepala, tidak berisik dan jalan dengan tenang ke tempat aman. Terima kasih untuk semua,” ungkap Min.
Dengan komitmen meningkatkan kapasitas manusia melakui kegiatan kesiapsiagaan dan sebagai koordinator penanggulangan bencana, BNPB akan terus menjaga koridor pengurangan risiko bencana bagi masyarakat dengan metode yang sama demi menentukan pola pendampingan yang bagaimana yang dibutuhkan mayarakat.
“Masyarakat tidak bisa dengan mudah diarahkan melalui cara-cara yang bukan menjadi kesehariannya. Kita harus membantu mereka menentukan pola yang sesuai dengan apa yang selama ini melekat di kehidupan sehari-harinya. Sehingga ke depannya masyarakat bisa lebih mandiri dalam pengurangan risiko bencana,” kata Kasubdit Peringatan Dini, Abdul Muhari.
Apa yang telah dilakukan warga Desa Wangel dan Darujela menjadi _pilot project_ yang mana hal itu belum pernah diterapkan di daerah manapun di Indonesia. Sehingga apa yang menjadi indikator keberhasilan dalam kegiatan tersebut nantinya dapat diaplikasikan di wilayah lain di bumi Nusantara. (red/rtl)




